Saturday, December 28, 2019

Japan I


Jepang…
23 April -2 Mei 2017
Tokyo – Aomori – Osaka – Kobe – Kyoto – Nara ( Hijime) – Arrashiyama – Alpen (Nagano – Ogizawa – Kurobe – Murodo – Tateyama – Toyama) - Shirakawago – Kawaguchiko – Fuji Shiba Sakura Festival.
Setiap negara mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Puji Tuhan saya masih diberi rezeki melihat negara Matahari terbit ini.
Kalau teman saya bertanya pada saya… menurut kamu mana lebih baik pakai tour atau jalan sendiri? SAYA BILANG KALAU MAU MURAH YACH JALAN SENDIRI, KALAU MAU ENAK YACH PAKAI TOUR…. Saya kebetulan seorang yang suka jalan2….daripada stress dengan kerjaan …atau pusing mikirin negara …atau pusing mikirin orang lain. Lebih baik yach jalan2 nikmatin hidup. Jadi saya lebih suka berhemat atau jalan2 murah tapi bisa ke banyak tempat. Ngak terlalu backpacker…Kalau backpacker nginep di hotel sekamar rame2 …kita masih di hotel bintang 2 atau 3 yang isinya sekamar ber2…walaupun hotel di Jepang itu kecil2 dan mahal, kita masih usahakan tidur di hotel…bukan hostel, apartment atau guest house….. tapi yach pakai nyasar2… nanya sana sini…. Confirm sama officer tiap mau naik kereta takut salah naik…atau salah turun. Untung pesawat lumayan baik dan murah (ANA airlines, thank you). Dimana kita bisa bawa bagasi 2 x 23 kg. Kita masih pakai antar jemput dari airport ke hotel, jadi ngak repot dorong2 2 koper besar dari Narita ke hotel melalui Japan Train. Jadi boleh dibilang kita diatas tingkat dari backpacker. Maklum umur, dan saya juga ngak tll mau maksain badan kalau stamina udah ngak sama dengan anak muda. Kita juga masih menyimpan koper besar di Tokyo dan selanjutnya jalan2 dengan koper kecil ke beberapa kota jadi ngak terlalu memberatkan.
Di negara kita …bunga bisa bermekaran sepanjang tahun…. Seperti bunga bougenville, kamboja dlsb… jadi kita kurang memperhatikan bagaimana indahnya musim semi. Negara2 di luar tropis yang bunyanya hanya bersemi di musim semi …Mereka sangat mempersolek dan menata kembangnya bunga2 tersebut pada musim semi. Seperti musim Fuji Shiba Sakura Festival. Jadi karena Indonesia tll indah…kita suka mengabaikan apa yang dipunyai oleh bangsa kita sendiri.
Pergi musim spring di Tokyo… saya yang anak pantai ngak tahan dinginnya. Saya selalu kemana2 pakai long john (supaya suhu badan saya stabli…menghindari sakit dan masuk angin)…dan saya bawa banyak dari Indonesia. Makanya koper yang saya bawa itu 2 koper besar….dengan jacket spring 3 dan jacket musim dingin 1 karena mau ke alpine.
Jepang sangat On time (just in time), sangat rapi, sangat bersih, sangat disiplin, sangat teratur. Sampai Toilet di keretanya saja bersih dan toilet di bus itu bersih dan wangi. Sangking orang-orangnya tertib terlihat kalau ngantri bener2 lurus dan tidak ada yang berisik di sudut manapun di Jepang. Bahkan bayi dan anak kecilpun begitu tertib dan tidak bersuara. Beda waktu saya ketemu anak Indonesia yang teriak2 mau naik gunung Fuji dan ngak mau turun bus. Ini beda didikan anak dari kecil. Dan Jepang sangat aman. Bahkan anak2 kecil naik kereta dari kecil dibiasakan. Baik anak kecil sampai remaja semua naik kereta berseragam sama dan teratur mengantri…Bahkan harus lari2. Saya juga yang ngak suka lari2…terpaksa harus lari2 di sana …mengejar kereta supaya ngak telat naik dan ngak ada teman yang ketinggalan kereta. Puji Tuhan semua selamat.
Selain daripada itu Jepang itu negara pemikir, semua dipermudah dengan teknologi. Bagaimana manusia bisa hidup lebih baik dan lebih nyaman. Sampai untuk buang air saja dipikirin bagaimana bisa auto flash dan air tidak terbuang banyak, bagaimana semprotan air basuh bisa hangat sesuai suhu tubuh, dan tekanan air yang tidak besar sehingga kita tidak kaget. Hal-hal sekecil apapun dipikirin oleh negara ini.
Saya melihat Jepang seperti kiblat dari beberapa negara di Asean seperti Singapore yang meniru system transportasi Jepang, system pendidikan dan keamanan, kebersihan dan ketertiban, fashion, kecantikan dan pusat2 perbelanjaan. Gaya berbusana Jepang lebih mirip Mark Spencer yang fashionable, tapi simple dengan warna2 pastel….beda dengan gaya busana korea yang agak lebih rumit.
Packaging…. Saya melihat banyak produk2 Jepang mempunyai packaging yang menarik… saya punya beberapa foto yang bisa saya bagikan …. Dan saya menyukai kreativitas seperti itu… seperti memberi nilai tambah bagi produk yang dihasilkan.
Makanan yach seperti makanan jepang umumnya, ramen, tempura, udon, soba, sushi, sashimi dll. Cara berjalan saya termasuk cepat menurut ukuran mahasiswa atau teman2 saya. Tapi cara jalan orang Jepang jauh lebih cepat dari cara saya berjalan. Karena pernah suatu saat saya ditunjukkan jalan untuk sampai ke Stasiun Gion di Kyoto. Sampai sepanjang jalan saya berpikir....bagaimana dia bisa berjalan secepat itu ...dan jalan normal sementara saya harus berlari2 mengikuti dia.... Tapi dengan kecepatan itu...sulit juga negara2 lain mengejar kemajuan Bangsa Jepang ini.
Kereta shinkasennya itu cepat sekali tapi saya takjub...koq kereta secepat itu ...tidak membuat orang jatuh kalau berjalan atau pada saat kereta berhenti. JR Pass sangat membantu saya karena saya berjalan dari Atas ujung Pulau Honshu (Aomori ) sampai bawah (Kobe) dalam waktu 10 hari.
Pengemis hampir tidak ada, tapi saya ketemu beberapa orang stress juga (seperti selalu hormat di setiap tonggak beton, atau selalu naik dan turun bus yang sama)….saya bisa merasakan tekanan yang begitu besar terhadap individu di negara ini dimana mereka tidak bebas untuk mengekspresikan dirinya. Sehingga pada saat mabok mungkin mereka merasa lebih bebas jadi diri mereka sendiri. Seperti kata teman saya sampai nonton konser rock pun mereka masih duduk dengan tertib dimana di belahan negara lain bisa jingkrak2, joget2 sampai rusuh bahkan.
Hadir di beberapa negara menjadi saksi perkembangan setiap negara…saya melihat kelebihan dan kekurangan setiap negara. Saya suka keromantisan Promenade di Hongkong waktu malam, atau Pelabuhan di Sydney ….. Kalaupun harus menginap di danau …saya lebih memilih menginap di danau atas kota Sapa Vietnam daripada menginap di Kawaguchiko. Tapi teman saya bilang Hakone jauh lebih bagus untuk menginap dekat danau (saya belum ada rezeki utk pergi ke Hakone). Atau Raja Ampat jauh lebih indah daripada Halong bay…. Kalau makanan Bangkok lebih saya sukai dibanding makanan Jepang. Semua saya jalanin dengan jalan sendiri tanpa ikut tour.
Saya beruntung bisa pergi pas event sakura, dan alpine route sudah dibuka, serta golden week sehingga bisa melihat gadis2 jepang cantik memakai baju kimono datang ke temple2 untuk berdoa. Padahal saya beli tiket tidak berpikir panjang dulunya…hanya melihat ooo…banyak tanggal merah. Tapi beruntung masih bisa hadir di Aomori untuk melihat sakura berkembang dan bukanya taman Hirosaki sampai malam serta ramai dikunjungi orang seperti Jakarta Fair.
Banyak orang menginginkan kembali ke Jepang atau Korea berkali2…buat saya semua negara punya kelebihan masing2..... ….saya tidak terlalu suka Korea dan alamnya …. Mungkin Jeju masih agak lebih menarik…………tapi saya juga pengen melihat belahan dunia yang lain seperti Yunani, Turkey, Eropa Barat dan Timur, dll…. Kalau masih diberi rezeki oleh Tuhan .

Kemajuan Jepang 1 ..
Jepang punya kereta cepat 2 tingkat lagi .... Aomori - Osaka jarak tempuh hampir 1.000 km dengan waktu tempuh lebih kurang 6 jam ..itu sama dengan kecepatan +/- 170 km per jam. ..
Sebagai perbandingan jarak Jakarta Surabaya 734 km pakai tol.. Kalau kereta yang jalannya lurus mungkim bs lebih pendek lagi
Yang hebatnya. ..dengan kecepatan segitu cepat ... Kita di dalam ngak jatuh kalau kereta mau jalan atau berhenti ... Begitu diaturnya kenyamanan penumpang...bahkan kopipun tidak tumpah ..
Tempat duduk seperti pesawat, tenang, hening, dengan kenyamanan pesawat dan ada petugas yang menjual makanan lembut sekali bicaranya ...sehingga kalau dia lewat kita tidak terbangun tidurnya
Indonesia ... Baru pny kereta biasa dan cuma 1 tingkat ....
Tapi nanti bilang gini ..wah Jepang maju yach ..kamu suka? Pindah sana ajah...lah komen busuk kayak apa itu? Mau terus2an ketinggalan? Mau terus2an bego? Atau mau dibego2in org terus? ..

Kemajuan ke 2 dr Jepang ..
System control atau check system ...
Kalau penumpang kereta di Indonesia ...qt bisa pindah2 duduk ... Kalau liat bangku kosong.
Kalau di jepang ..officer tidak perlu membangunkan org tidur hanya untuk cek karcis penumpang ...
Saya sering sewaktu di Bandung ... Lagi enak2 tidur naik kereta dibangunkan hanya untuk cek karcis ..sesudah itu tidak bs tidur lagi.
Mereka punya HP yg bisa kontrol kursi mana saja yang seharusnya di duduki orang dan mana yg harus kosong ...sehingga klu ada yg musti kosong diisi orang ..mereka akan tanya ..takut ada penumpang gelap ..
Bahkan tissue toilet tidak pernah kosong atau kehabisan. Sy tidak pernah menggunakan tissue sama sekali dr tas saya ..karena dimanapun di Jepang ..setiap toilet pasti ada tissue.
Saya melihat kalau tissue toilet yang seharusnya isi 4 ..jika sudah tinggal 2 gulung..maka officer langsung menambah tissue 2 gulung lagi. Dan tempat tissue model yang tidak bisa dicuri tissuenya ... Klu dulu sy kerja di kantor di Sudirman atau kuningan...pagi tissue masih ada ..siang sedikit tissuenya habis .
Itu checking system 

Jepang ...disiplin

Sy di Jepang hampir tiap hari naik train... Baik yg cepat dan biasa ..beberapa kali per hari ...

Tapi 1 pun ngak ada yg terlambat.... 1 menit juga ngak ada yang telat ... Semua on time ..

Sehingga schedule bisa langsung dibuat per hari, per jam, per menit detail... Mau waktu berangkat dan waktu sampainya ... Semua tepat ...

Anak2 sekolah juga harus berlari2 mengejar train supaya tidak terlambat naik train...

Ada reserved train yg sy ceritakan cara pengecekan penumpang oleh Officer ...ada yg tidak reserved ...yach berjubel2 juga klu jam sibuk...

Just in time ... Pelopor dr Jepang... Itu semua diterapkan .. Qt tidak terlambat dr pesawat berangkat ....train selama di Jepang dan pesawat kembali ..

Jam check out hotel juga lebih cepat ... Sekitar jam 10-11 siang.

Sangking tepat waktu ...sampai pada saat bus sudah berhenti masih ada yg mau ke toilet dalam bus langsung diomelin suruh turun .... Karena sudah harus jalan lagi untuk penumpang selanjutnya ....

Bahkan bus yang keliling tokyo station mengatakan akan kembali dlm 40 menit ke hotel kita ...benar2 40 menit sampai di hotel ...

Disiplin waktu membantu perencanaan sehingga setiap proses selanjutnya bisa diestimasi dengan baik .

Saya saja mau ke jepang sekarang coba belajar sebut: Sumimasen, ohayo, koniciwa, kombangwa, ikura desu kah, arigato dll

pengelolaan tourism di Jepang itu luar biasa menurut saya ..

tiket kereta kita beli on line ... dan tiket langsung di kirim ke hotel tempat menginap

pernah malah karena keasyikan ngobrol kita ketinggalan kereta ... ini di arashiyama .... romantic train ... mereka itu ganti tiket kita tanpa charge .. hebat banget

untuk pariwisata saya salut banget dengan Jepang memang ... negara selanjutnya adalah Vietnam ... cara kerja mereka...cara komunikasi ... murahnya biaya tour ... cara mereka manage pekerjaan qt ... cara mereka mengakomodasi keinginan kita .. ..cara mereka melayani kita ... Jepang dan Vietnam Juara ... memang Jepang kelebihan di infrastruktur .... vietnam juara di arrangement ..

pernah ada yg ketinggalan bus ... dan bus itu benar2 tunggu di jalan hanya karena 1 orang ketinggalan ...

vietnam akan maju sekali ...

saya melihat kemajuan suatu daerah, bangsa, negara dari karakter manusia2 yang tinggal di daerah tersebut ...

sy secara pribadi bisa merasakan mana airlines yg concern dgn keslamatan qt mana tidak .. mana hotel atau perusahaan yg benar2 concern dgn customernya ... bagaimana control, pengawasan, credit dan rewardnya ... dll ..

banyak org mengeluh ... tp org hebat ... negara hebat bukan mengutamakan complain tapi pelayanan ..

#service

Perbandingan pembiayaan transportasi di Jepang waktu saya berangkat dengan dan tanpa JR Pass....

Tokyo - Aomori by JR 17.350 yen
Aomori - Osaka by JR 27.370 yen
Shin Imamiya - Kobe by JR 710 yen
Kobe - Dotonbori by Non JR 610 yen
Dotonbori - Shin Imamiya by Non JR 180 Yen
Shin Imamiya - Nara by JR 560 Yen
Nara - Kyoto Station by JR 1.130 yen
Kyoto Station - Shin Gion by by Non JR 230 yen
Shin Gion - Kyoto Station by Non JR 230 yen
Kyoto Station - Arashiyama by JR 240 yen
Arashiyama by JR 240 yen
Kyoto Station - Tokyo Station 13.910 yen
Tokyo St - Nagano St 8.200 yen
Toyama St - Tokyo St 12.730 yen
Tokyo St - Toyama St 12.730 yen
Toyama St- Tokyo St 12.730 yen

Total pemakaian JR adalah 107.960 yen atau 13.495.000 rupiah...
Sedangkan semua perjalanan diatas yang dicover oleh JR Pass adalah seharga Rp. 3.200.000,-

Jadi masih untung 10. 295.000 rupiah ....

tapi terima kasih untuk beberapa teman seperti Arlin SantosoStevie Septiany, Paul, Reiny, Yuli dan Saubari....yang sudah membantu saya banyak dengan informasi2 tentang jalan2 Jepang murah....
terima kasih Tuhan...semua tempat tercapai...walaupun ada beberapa kekurangan.... semua karena adanya keterbatasan waktu dan informasi













No comments:

Post a Comment